Jumat, 5 Juni 2026

Terbit : Sen, 11 Mei 2026

Logo Masjid Baiturrohim

Oleh : Takmir Masjid Baiturrohim Manajemen
Logo Masjid Baiturrohim

Berikut adalah interpretasi makna filosofis dari elemen-elemen logo tersebut:

1. Simbol Kubah dan Bentangan Kitab

  • Kubah (Dome): Merupakan simbol universal dari arsitektur masjid yang melambangkan kejayaan Islam dan keterbukaan. Bentuknya yang melengkung ke atas sering diartikan sebagai simbol kubah langit atau penghubung antara hamba dengan Sang Pencipta.
  • Bentangan Kitab: Melambangkan Al-Qur’an yang terbuka. Hendaknya Al-Qur’an sebagai pegangan hidup seorang Muslim harus selalu dibuka dan diimplementasikan dalam kehidupan.

1.1. Simbol Literasi dan Ilmu (Iqra)

Bentangan kitab ini merujuk pada perintah pertama dalam Islam, yaitu “Iqra” (Bacalah). Ini menegaskan bahwa Masjid Baiturrohim bukan hanya tempat sujud, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan dan pencerahan bagi jamaahnya.

1.2. Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup (Way of Life)

Bentuk yang terbuka (bukan tertutup) melambangkan bahwa Al-Qur’an bukanlah sekadar pajangan atau benda keramat, melainkan petunjuk yang harus selalu dipelajari, dipahami, dan dijadikan rujukan utama dalam setiap pengambilan keputusan hidup.

1.3. Implementasi dan Aktualisasi

Visualisasi kitab yang terbuka menunjukkan sikap keterbukaan pikiran dan kesiapan untuk mengamalkan. Ini melambangkan transisi dari teori menuju praktik: bahwa nilai-nilai mulia di dalam Al-Qur’an harus terpancar keluar dalam bentuk akhlak dan perilaku nyata di tengah masyarakat.

1.4. Fondasi yang Kokoh

Secara visual, bentangan kitab biasanya diletakkan di bagian bawah atau menjadi dasar dari elemen lainnya. Ini melambangkan bahwa seluruh aktivitas masjid (ibadah, sosial, dan muamalah) dibangun di atas pondasi wahyu Allah ta’ala.

2. Elemen Lingkaran dengan 6 segmen (Framing)

Elemen geometris ini sangat kental dengan nuansa Seni Ornamen Islam (Islamic Geometric Patterns). Bentuk seperti ini bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki kedalaman filosofis yang sering ditemukan dalam arsitektur masjid dan seni kaligrafi.

Berikut adalah makna filosofis dari elemen tersebut secara Islami:

2.1. Prinsip Tauhid (Keesaan)

Pola ini merupakan bentuk radial yang memancar dari satu titik pusat (lingkaran kecil di tengah). Secara filosofis, ini melambangkan Tauhid, yaitu segala sesuatu berasal dari Allah Ta’ala dan akan kembali kepada-Nya. Titik pusat adalah simbol Allah Ta’ala sebagai poros kehidupan.

2.2. Enam segmen (framing) melambangkan Rukun Iman

Jika kita membedah elemen tersebut dengan membagi bagian luar menjadi enam segmen utama, maka setiap bagian dapat merepresentasikan pondasi paling mendasar dalam keyakinan seorang Muslim.

Ketika enam segmen ini menyatu membentuk satu kesatuan bunga yang utuh, ia mengirimkan pesan yang kuat: Iman tidak bisa dipisahkan. Seseorang tidak bisa mengambil satu segmen dan meninggalkan yang lain. Jika satu segmen hilang, maka keutuhan bentuk geometris tersebut akan hancur.

3. Keseimbangan dan Keteraturan (Mizan)

  • Bentuk yang simetris sempurna mencerminkan dua dasar pedoman Islam: Al-Qur’an dan Sunnah, keduanya merupakan inti dari syarat diterimanya amal ibadah: Ikhlas karena Allah ta’ala dan Ittiba’ kepada Rasulullah dengan menjalankan sunnah-sunnahnya.
  • Juga merupakan konsep Mizan atau keseimbangan alam semesta ciptaan Allah. Tidak ada sisi yang lebih dominan, melambangkan keadilan, harmoni, dan ketertiban hukum Allah di alam semesta.

4. Simbol Bunga (Pertumbuhan dan Keindahan)

Secara visual, elemen ini menyerupai bunga yang sedang mekar. Dalam Islam, bunga sering diartikan sebagai simbol keindahan (Jamal) dan kelembutan. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menyebarkan keindahan dan rahmat bagi semesta alam (Rahmatan lil ‘Alamin).

5. Hubungan Vertikal dan Horizontal

  • Garis yang mengarah keluar: Melambangkan hubungan manusia dengan sesama makhluk dan alam (Hablum Minannas).
  • Garis yang menuju pusat: Melambangkan perjalanan spiritual hamba menuju Sang Pencipta (Hablum Minallah).

6. Makna Warna Emas

Warna emas pada elemen ini melambangkan kemuliaan, kesucian, dan cahaya Ilahi. Hal ini merefleksikan harapan agar institusi atau masjid Baiturrohim yang menggunakan logo ini dapat menjadi sumber pencerahan dan kemuliaan bagi umat.

7. Kombinasi Warna Hijau dan Emas

  • Warna Hijau: Identik dengan identitas Islam. Hijau melambangkan kedamaian, kesegaran, dan pertumbuhan. Secara spiritual, warna ini juga sering diasosiasikan dengan ketenangan hati dan suasana surga.
  • Warna Emas/Kuning: Memberikan kesan kemuliaan, keagungan, dan cahaya. Ini mencerminkan harapan agar masjid menjadi sumber cahaya (ilmu dan hidayah) bagi lingkungan sekitarnya.

8. Tipografi

  • Penggunaan font yang tegas namun memiliki lekukan halus pada tulisan “Masjid Baiturrohim” menunjukkan karakter yang berwibawa namun tetap ramah. Penggunaan huruf kapital pada bagian awal nama memberikan penekanan pada identitas institusi yang formal dan terpercaya.

Kesimpulan Filosofis:

Secara keseluruhan, logo ini mencerminkan identitas Masjid Baiturrohim sebagai pusat ibadah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian (hijau), kemuliaan akhlak (emas), dan persatuan umat (lingkaran) dalam satu naungan syiar Islam yang kokoh berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

*****

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Baiturrohim
JL. Matoa II No. 15 Karangasem Laweyan Surakarta
Luas Area245 m2
Luas Bangunan240 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri2005
  • 10 Awal Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik untuk beramal, maka perbanyaklah amal shalih!