

Berikut adalah interpretasi makna filosofis dari elemen-elemen logo tersebut:
Bentangan kitab ini merujuk pada perintah pertama dalam Islam, yaitu “Iqra” (Bacalah). Ini menegaskan bahwa Masjid Baiturrohim bukan hanya tempat sujud, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan dan pencerahan bagi jamaahnya.
Bentuk yang terbuka (bukan tertutup) melambangkan bahwa Al-Qur’an bukanlah sekadar pajangan atau benda keramat, melainkan petunjuk yang harus selalu dipelajari, dipahami, dan dijadikan rujukan utama dalam setiap pengambilan keputusan hidup.
Visualisasi kitab yang terbuka menunjukkan sikap keterbukaan pikiran dan kesiapan untuk mengamalkan. Ini melambangkan transisi dari teori menuju praktik: bahwa nilai-nilai mulia di dalam Al-Qur’an harus terpancar keluar dalam bentuk akhlak dan perilaku nyata di tengah masyarakat.
Secara visual, bentangan kitab biasanya diletakkan di bagian bawah atau menjadi dasar dari elemen lainnya. Ini melambangkan bahwa seluruh aktivitas masjid (ibadah, sosial, dan muamalah) dibangun di atas pondasi wahyu Allah ta’ala.
Elemen geometris ini sangat kental dengan nuansa Seni Ornamen Islam (Islamic Geometric Patterns). Bentuk seperti ini bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki kedalaman filosofis yang sering ditemukan dalam arsitektur masjid dan seni kaligrafi.
Berikut adalah makna filosofis dari elemen tersebut secara Islami:
Pola ini merupakan bentuk radial yang memancar dari satu titik pusat (lingkaran kecil di tengah). Secara filosofis, ini melambangkan Tauhid, yaitu segala sesuatu berasal dari Allah Ta’ala dan akan kembali kepada-Nya. Titik pusat adalah simbol Allah Ta’ala sebagai poros kehidupan.
Jika kita membedah elemen tersebut dengan membagi bagian luar menjadi enam segmen utama, maka setiap bagian dapat merepresentasikan pondasi paling mendasar dalam keyakinan seorang Muslim.
Ketika enam segmen ini menyatu membentuk satu kesatuan bunga yang utuh, ia mengirimkan pesan yang kuat: Iman tidak bisa dipisahkan. Seseorang tidak bisa mengambil satu segmen dan meninggalkan yang lain. Jika satu segmen hilang, maka keutuhan bentuk geometris tersebut akan hancur.
Secara visual, elemen ini menyerupai bunga yang sedang mekar. Dalam Islam, bunga sering diartikan sebagai simbol keindahan (Jamal) dan kelembutan. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menyebarkan keindahan dan rahmat bagi semesta alam (Rahmatan lil ‘Alamin).
Warna emas pada elemen ini melambangkan kemuliaan, kesucian, dan cahaya Ilahi. Hal ini merefleksikan harapan agar institusi atau masjid Baiturrohim yang menggunakan logo ini dapat menjadi sumber pencerahan dan kemuliaan bagi umat.
Secara keseluruhan, logo ini mencerminkan identitas Masjid Baiturrohim sebagai pusat ibadah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian (hijau), kemuliaan akhlak (emas), dan persatuan umat (lingkaran) dalam satu naungan syiar Islam yang kokoh berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
*****
| Luas Area | 245 m2 |
| Luas Bangunan | 240 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2005 |