Jumat, 5 Juni 2026

Terbit : Rab, 03 Juni 2026

Manhaj Hidup: Jangan Berputus Asa!

Oleh : Takmir Masjid Baiturrohim Tazkiyatun Nufus

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃ Materi : Minhajul Hayah – Jangan Berputus Asa!
🎙┃ Pemateri : Ustadz Muhammad Saerozi, S.Pd.I, M.Pd Hafizhahullah
🗓️┃ Hari, Tanggal : Rabu , 03 Juni 2026 M / 17 Dzulhijjah 1447
🕌┃ Tempat : Masjid Baiturahim – Bulakindah Karangasem.


Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya, Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu.

Nikmat yang Allah ﷻ berikan berupa kesempatan dan menyempatkan serta kesehatan. Karena banyak, yang diberikan kesehatan tapi tidak memiliki kesempatan ataupun sebaliknya, banyak yang sehat tapi tidak memiliki kesempatan atau menyempatkan diri untuk menuntut ilmu.

Dinul Islam adalah minhajul hayah (pedoman hidup) bagi seluruh umat manusia. Ia adalah ajaran yang sempurna yang diridhai oleh Allah Ta’ala.

Melanjutkan pembahasan mengenai pedoman hidup seorang muslim:

Jangan Berputus Asa

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا بَنِيَّ اذْهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلاَ تَيْأَسُواْ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Wahai anak-anakku, pergilah kamu, carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya. Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf [12]: 87)

Kita lihat contoh nabi Nuh alaihissalam. Nabi Nuh tidak pernah berputus asa dalam berdakwah selama 950 tahun. Beliau hanya memohon agar kaumnya yang ingkar dibinasakan setelah Allah ﷻ menegaskan bahwa tidak akan ada lagi yang beriman. Doa ini dipanjatkan karena beliau khawatir sisa kaum yang kafir akan terus menyesatkan generasi berikutnya. (Surat Nuh ayat 26-27)

Nabi Yunus pernah merasa putus asa saat berdakwah kepada kaumnya karena mereka keras kepala. Akibatnya, beliau meninggalkan kaumnya, tertelan paus, dan menyadari kesalahannya. Selama di perut ikan, beliau bertobat tanpa putus asa dan membaca doa: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin.

Kisah Nabi Yunus memberikan hikmah mendalam bahwa manusia bisa berbuat khilaf dan berputus asa, tetapi ampunan serta rahmat Allah ﷻ sangat dekat bagi mereka yang mau bertaubat.

Demikian juga, kita sebagai manusia biasa, pun pernah merasakan putus asa karena banyaknya cobaan, baik masalah pasangan, rezeki, ataupun musibah lainya.

Kita lihat, Istri Nabi Ayyub alaihissalam yang dikenal akan kesetiaannya. Namun, dalam puncak cobaan, ia sempat berputus asa. Kehilangan harta, anak, dan diasingkan akibat penyakit suaminya membuat penderitaan mereka memuncak, yang diperburuk oleh hasutan iblis.

Namun sebaliknya, isteri nabi Ibrahim alaihissalam, Hajar diberikan kesabaran dan tidak berputus asa, bertawakkal kepada Allah ﷻ saat ditinggalkan di padang yang tandus. Beliau membuktikan keteladanan iman dan kesabaran sejati saat ditinggalkan bersama bayinya, Ismail, di lembah yang sunyi dan gersang (kelak menjadi Makkah). Atas ketabahannya, Allah memberikan pertolongan melalui munculnya air Zamzam.

Kisah kesabaran beliau mencakup beberapa poin luar biasa:

  • Penerimaan Mutlak: Ketika Siti Hajar bertanya apakah Allah yang memerintahkan Nabi Ibrahim untuk pergi dan meninggalkannya, beliau menjawab dengan penuh kepasrahan dan tawakal setelah mengetahui itu adalah wahyu Allah.
  • Ikhtiar tanpa Henti: Saat persediaan air habis dan Nabi Ismail menangis kehausan, Siti Hajar berlari bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali demi mencari pertolongan. Usaha keras ini kemudian diabadikan oleh Allah sebagai ibadah Sa’i.
  • Mukjizat Air Zamzam: Berkat kesabaran dan usahanya, Allah memancarkan air dari hentakan kaki kecil Nabi Ismail. Air ini menyelamatkan kehidupan mereka dan kelak menjadi cikal bakal berdirinya kota Makkah.

Belajar dari keteguhan Siti Hajar, kita bisa mengambil hikmah bahwa pertolongan Allah selalu menyertai hamba-Nya yang bersabar dan senantiasa berusaha.

Allah ﷻ dengan tegas mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran. Kesabaran harus tampak dalam setiap ujian yang datang. Inilah yang membedakan siapa yang pantas menjadi orang sukses dan siapa yang sebenarnya hanya menjadi pecundang. Allah ﷻ berfirman,

أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن تَدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ وَلَمَّا يَعۡلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ مِنكُمۡ وَيَعۡلَمَ ٱلصَّٰبِرِينَﵞ

“Apakah kalian mengira akan masuk surga begitu saja, padahal belum jelas bagi Allah siapa yang sungguh-sungguh diantara kalian dan siapa yang bersabar?” (QS Ali Imran: 142)

Lalu, bagaimana agar terlihat siapa yang sabar dan siapa yang sungguh-sungguh berjuang? Tentu saja, dengan diberi ujian.

Maka, sejauh apapun kesalahan atau seberat apapun ujian yang dihadapi, jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya. Pengingat ini adalah penawar terbaik bagi hati yang lelah dan penuh penyesalan.

Mari terus melangkah dengan optimis. Jika hari ini terasa berat, bersandarlah kepada-Nya dan yakinlah bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar dan terus memohon.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Masjid Baiturrohim
JL. Matoa II No. 15 Karangasem Laweyan Surakarta
Luas Area245 m2
Luas Bangunan240 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri2005
  • 10 Awal Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik untuk beramal, maka perbanyaklah amal shalih!