Minggu, 20 September 2026

Terbit : Rab, 26 Agustus 2026

Minhajul Hayah – Ittiba’ kepada Rasul

Oleh : Takmir Masjid Baiturrohim
Minhajul Hayah - Ittiba' kepada Rasul

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃ Materi : Minhajul Hayah – Syarat Diterimanya Amal – Lanjutan.
🎙┃ Pemateri : Ustadz Muhammad Saerozi, S.Pd.I, M.Pd Hafizhahullah
🗓️┃ Hari, Tanggal : Rabu , 26 Agustus 2026 M / 13 Rabi’ul Awal 1448
🕌┃ Tempat : Masjid Baiturrohim – Bulakindah Karangasem.



اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ ،لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ. اَشْهَدُ اَنْ لۤا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kepada kita nikmat iman dan islam. Kita ucapkan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ manusia terbaik, dan kepada para keluarga dan sahabatnya yang memiliki kebenaran dan kemuliaan.

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, mengenai syarat diterimanya amal: Ikhlas dan ittibâ kepada Rasulullah ﷺ. Maka, amalan-amalan yang dianggap baik bisa jadi tidak diterima di sisi Allah ﷻ karena tidak memenuhi syarat diterimanya amal.

Beramal tanpa ilmu akan tersesat, beramal dengan ilmu tapi tidak ikhlas akan tertolak dan beramal dengan ilmu dan ikhlas tanpa ittibâ juga akan tertolak.

Dari Al-‘Irbadh bin Sariyah -semoga Allah meridhainya-, bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَقَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ لَيْلِهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيجُ عَنْهَا إِلَّا هَالِكٌ

“Sungguh aku telah meninggalkan kalian diatas sesuatu seperti putih bersih, malamnya seperti siangnya, dan tidak ada yang menyimpang darinya kecuali orang yang binasa.” (HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam kitab Sunnah dengan sanad hasan)

Putih yang dimaksud dengan putih bersih artinya ia adalah agama, millah dengan hujjah yang sangat terang-benderang, yang tidak ada padanya kesamaran. Maka itulah ajaran yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Ajaran Rasulullah ﷺ diteruskan oleh para sahabat Radhiyallahu’anhum, kemudian tabi’in dan tabiut tabi’in. Dan inilah tiga generasi terbaik yang menjadi rujukan dalam kehidupan beragama.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: تَرَكْنَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَا طَائِرٌ يُقَلِّبُ جَنَاحَيْهِ فِي الْهَوَاءِ، إِلَّا وَهُوَ يُذَكِّرُنَا مِنْهُ عِلْمًا، قَالَ: فَقَالَ: صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ، ويُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ، إِلَّا وَقَدْ بُيِّنَ لَكُمْ»

Dari Abu Dzar radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata: Kami telah meninggalkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan tidak ada seekor burung yang membalikkan dua sayapnya di udara kecuali beliau menyebutkan ilmu kepada kami dari hal tersebut. Abu Dzar radhiyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Tidaklah tersisa sesuatupun yang akan mendekatkan ke sorga dan menjauhkan dari neraka, kecuali telah dijelaskan kepada kamu”.

(HR. Thobroni di dalam Al-Mu’jamul Kabir, no. 1647. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shohihah, no. 1803. Dan Syaikh Ahmad Syakir di dalam Ta’liq Ar-Risalah, hlm. 93-103)

Maka, ada dua golongan yang telah Allah Ta’ala kabarkan di akhirat kelak dalam firman-Nya dalam Surat Az-Zumar ayat 71 – 74:

وَسِيْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى جَهَنَّمَ زُمَرًاۗ حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا فُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَتْلُوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۗ قَالُوْا بَلٰى وَلٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ۝٧١ قِيْلَ ادْخُلُوْٓا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۚ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ ۝٧٢ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ صَدَقَنَا وَعْدَهٗ وَاَوْرَثَنَا الْاَرْضَ نَتَبَوَّاُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاۤءُۚ فَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَ ۝٧٤

Orang-orang yang kufur digiring ke (neraka) Jahanam secara berombongan sehingga apabila mereka telah sampai di sana, pintu-pintunya dibuka dan para penjaganya berkata kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu pertemuan (dengan) harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar, (telah datang para rasul).” Akan tetapi, ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir. Dikatakan (kepada mereka), “Masuklah pintu-pintu (neraka) Jahanam (untuk tinggal) di dalamnya selama-lamanya!” Maka, (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang takabur.

وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًاۗ حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ ۝٧٣

Orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan sehingga apabila mereka telah sampai di sana dan pintu-pintunya telah dibuka, para penjaganya berkata kepada mereka, “Salāmun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu), berbahagialah kamu. Maka, masuklah ke dalamnya (untuk tinggal) selama-lamanya!” Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya dan mewariskan bumi (di akhirat) ini kepada kami sehingga dapat menempati surga sesuai dengan kehendak kami.” (Surga adalah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal (saleh).

Dalam Surat Ali ‘Imran ayat 31:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Maka, jika kita mencintai Allah ﷻ maka konsekuensinya adalah mencintai Nabi ﷺ. Dan konsekuensi mencintainya adalah dengan melakukan sunnah-sunnah Nabi ﷺ.

Seseorang kelak akan dikumpulkan di akhirat bersama orang yang ia cintai, sesuai sabda Nabi Muhammad ﷺ :

المرأ مع من أحب

“Al-mar’u ma’a man ahabba” (Seseorang bersama dengan orang yang dicintainya).

Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari sejumlah sahabat seperti Anas bin Malik, Abu Musa Al-Asy’ari, dan Shafwan bin ‘Assal.

Buah Kecintaan: Jika seseorang mencintai Nabi Muhammad ﷺ, para sahabat, atau orang-orang saleh karena Allah, ia akan dikumpulkan bersama mereka di surga, meskipun tingkat amalannya tidak setara dengan mereka.

Dorongan Beramal: Rasa cinta yang benar harus dibuktikan dengan mengikuti teladan, sifat, dan ajaran dari orang yang dicintai tersebut.

Maka, Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 7:

وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوۡلُ فَخُذُوْهُ وَ مَا نَهٰٮكُمۡ عَنۡهُ فَانْتَهُوۡا​ ۚ

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.

Maka, kebenaran amal ditentukan oleh ilmu agar kita paham mana amalan-amalan yang sunnah yang bersumber dari Rasulullah ﷺ ataupun amalan-amalan bid’ah yang tidak ada contohnya dari Rasulullah ﷺ.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Masjid Baiturrohim
JL. Matoa II No. 15 Karangasem Laweyan Surakarta
Luas Area245 m2
Luas Bangunan240 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri2005
  • Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan Mengajarkannya. HR. Bukhari, no. 5027.