Minggu, 20 September 2026

Terbit : Rab, 09 September 2026

Taqwa dan Maknanya

Oleh : Takmir Masjid Baiturrohim Akidah / Artikel Islam
Taqwa dan Maknanya

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃ Materi : Minhajul Hayah – TAQWA
🎙┃ Pemateri : Ustadz Muhammad Saerozi, S.Pd.I, M.Pd Hafizhahullah
🗓️┃ Hari, Tanggal : Rabu , 09 September 2026 M / 27 Rabi’ul Awal 1448
🕌┃ Tempat : Masjid Baiturrohim – Bulakindah Karangasem.


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ ،لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ. اَشْهَدُ اَنْ لۤا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kepada kita nikmat iman dan islam. Selanjutnya kita bersyukur atas nikmat jauh dari musibah.

Kita ucapkan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ manusia terbaik, dan kepada para keluarga dan sahabatnya yang memiliki kebenaran dan kemuliaan.

Kita sebagai hamba Allah ﷻ mempunyai dua kewajiban:

  1. Tafaqquh fid diin dan dakwah.
  2. Berjihad di jalan Allah ﷻ.

Telah dijelaskan bahwa syarat diterimanya amal adalah:

  1. Ikhlas, yang merupakan amalan hati sebagai bagian dari keimanan.
  2. Ittibâ dengan cara menuntut ilmu.

Taqwa Kepada Allah ﷻ

Taqwa adalah menjalankan perintah Allah ﷻ dan meninggalkan larangan-Nya.

Ciri-cirinya yaitu senang tatkala mengerjakan perintah-Nya dan bersedih tatkala melanggarnya.

Definisi Taqwa menurut Khulafaur Rasyidin

1. Menurut Ali bin abi Thalib Radiallahuanhu: memberikan definisi taqwa yang lebih rinci,

1. Takut kepada Allah Yang Maha Agung (Al-Khaufu minal-Jalil)

Kesadaran mendalam bahwa Allah ﷻ senantiasa mengawasi segala perbuatan, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Rasa takut ini bukan membuat lari, melainkan mendekatkan diri kepada-Nya melalui ketaatan.

2. Mengamalkan wahyu (Al-‘Amalu bi At-Tanzil)

Menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman serta panduan hidup sehari-hari, bukan sekadar dibaca tetapi benar-benar dipatuhi perintah dan ditinggalkan larangannya

3. Ridha dengan yang sedikit (Al-Qana’atu bir-Ridha bil-Qalil)

Menerima setiap rezeki atau ketetapan dari Allah ﷻ dengan rasa syukur yang tulus, tanpa merasa kurang atau berkeluh kesah atas apa yang belum didapatkan.

4. Bersiap untuk hari kepulangan/kematian (Al-Isti’dadu li Yaumir-Rahil)

Selalu melakukan muhasabah (introspeksi diri) dan memperbanyak amal shaleh karena menyadari bahwa kematian adalah keniscayaan dan dunia hanya tempat mencari bekal akhirat.

2. Menurut Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu’anhu:

Takwa berarti memadukan antara pengharapan (raja’) akan pahala Allah dan rasa takut (khauf) akan azab-Nya dan selalu berdzikir kepadaNya.

3. Menurut Umar bin Khattab Radhiyallahu’anhu: Sikap Waspada dan Hati-Hati (Muraqabah)

Ketika Umar bertanya tentang hakikat takwa, Ubay balik bertanya, “Pernahkah engkau berjalan di jalan yang penuh duri?” Umar menjawab, “Pernah.” Ubay bertanya lagi, “Apa yang engkau lakukan?” Umar menjawab, “Aku bersiap-siap, berhati-hati, dan mengerahkan kesungguhan agar tidak terkena duri tersebut.” Ubay lalu berkata, “Itulah takwa.”

Bagi Umar bin Khattab, takwa adalah sikap selalu waspada, berhati-hati, dan menjaga diri dalam mengarungi kehidupan agar kaki kita tidak tergelincir menginjak “duri-duri” larangan dan kemaksiatan kepada Allah ﷻ.

4. Menurut sahabat Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu:

  1. Mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya.
  2. Memiliki rasa malu.
  3. Suka memberi

Keempat penjabaran di atas, Hakekatnya bisa dirangkum dalam dua prinsip: menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. (QS. Al Hujurat: 13)

Dalam ayat lainya Allah ﷻ berfirman Surat Al-Hijr Ayat 45:

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).

Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kita keistiqomahan dalam Islam dan Sunnah… Aamiin.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Baiturrohim
JL. Matoa II No. 15 Karangasem Laweyan Surakarta
Luas Area245 m2
Luas Bangunan240 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri2005
  • Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan Mengajarkannya. HR. Bukhari, no. 5027.