Kamis, 4 Juni 2026

Terbit : Rab, 20 Mei 2026

Keutamaan Beramal Jariyah

Oleh : Takmir Masjid Baiturrohim Artikel Islam / Fikih
Keutamaan Beramal Jariyah

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Pembahasan Kitab: Shahih Fadhailil A’mal

Dalam Al Quran, disebutkan bahwa manusia ingin hidup lagi, agar bisa bersedekah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al Munafiqun: 10)

Bab IV : Keutamaan Sedekah dan Infak
Keutamaan Beramal Jariyah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

“Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah:

  1. Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan.
  2. Anak shalih yang ia tinggalkan.
  3. Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan.
  4. Masjid yang ia bangun.
  5. Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun
  6. Sungai yang ia alirkan.
  7. Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup.

Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.”

(HR. Ibnu Majah, no. 242; Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Al-Mundziri. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

📄 Penjelasan Singkat

Nabi ﷺ membahas keutamaan ihsan (berbuat baik), bersedekah dan memberi manfaat kepada orang lain. Seorang muslim tetap meraih manfaat dari amal baiknya itu setelah ia meninggal. Beliau menyebutkan beberapa bentuk perbuatan baik dan bermanfaat itu di antaranya adalah ilmu.

Keutamaan ilmu telah dimaklumi secara mutawatir dalam Islam dan dikuatkan oleh banyak dalil Al-Qur’an, hadits Nabi ﷺ dan atsar para ulama Salaf. Keutamaan ilmu ini telah dibahas dalam banyak kitab.

Lalu Nabi ﷺ menyebutkan anak shalih, dan beliau tidak menyinggung aspek sebab yang membuat seseorang bisa mendapat manfaat dengan sebab keberadaan anak shalih. Ini mengandung balaghah (kesempurnaan bahasa) karena redaksi ini mencakup seluruh bentuk keshalihan seorang anak meliputi keshalihan perkataan, perbuatan, dan kebaikannya terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.

Dalam riwayat lain: “Anak shalih yang mendoakannya.” HR. Muslim (1631). Ini menjelaskan salah satu aspek manfaat dari anak shalih, yaitu mendoakan kedua orang tuanya. Bisa juga ditambahkan dengan mengatakan bahwa keshalihan sang anak akan tampak pada interaksinya dengan orang lain, sehingga mereka akan memohonkan rahmat untuk orang tua yang telah mendidiknya, memberikan pujian yang baik dan berterima kasih serta mendoakan keduanya.

Kemudian Nabi ﷺ menyebutkan pewarisan mushaf, maksudnya mencakup semua yang ditinggalkan oleh seorang yang wafat yang bermanfaat bagi agama, ahli waris ataupun orang lain. Termasuk buku-buku agama dan ilmu duniawi yang dianggap baik oleh syariat. Nabi ﷺ menyandingkan pernyataan ini dengan menyebutkan masjid dan keutamaan membangunnya. Karena mushaf bisa membantu orang untuk mempelajari Kitabullah, sedangkan masjid membantu orang “untuk menegakkan syiar Allah, seperti tempat untuk shalat, mengadakan kajian, shalat Jumat dan lain sebagainya.

Kemudian Nabi ﷺ menyebutkan Ibnu Sabil yang menurut para ahli fiqih berarti seorang musafir yang kehabisan bekal untuk meneruskan perjalanannya yang bukan untuk bermaksiat. Tetapi, kalau dia bertaubat dari perbuatan maksiatnya, maka dia diberi sebagian harta sekadar untuk memulangkannya ke negerinya. Sebab, Nabi ﷺ menganjurkan agar memberikan hak Ibnu Sabil. Ini sudah ditetapkan berdasarkan Al-Qur’an, as-Sunnah dan Ijma kaum muslimin secara mutawatir.

Nabi ﷺ menerangkan bahwa siapa yang melakukan hal tersebut semasa hidupnya dan di waktu sehatnya, maka baginya pahala yang mengalir hingga setelah matinya. Karena semua peninggalan ini dan yang semisalnya memberikan manfaat bagi orang lain. Ini karunia Allah yang besar pada para hamba-Nya, dengan memberi ganjaran yang besar di dunia dan memberikan pahalanya kepada mereka di akhirat.

🏷️ Intisari Hadits

  1. Keutamaan segala amal jariyah yang disebutkan dalam hadits dan pentingnya seseorang berupaya meraihnya.
  2. Tidak terputusnya pahala dengan kematian merupakan bukti luasnya karunia dan rahmat Allah ﷻ.
  3. Pahala ini hanya dikhususkan untuk orang mukmin saja. Karena bagi orang kafir adalah sebagaimana firman-Nya: “Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan” (QS. Al-Furqan [25]: 23)

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

Judul asli : Shahih Fadhailil A’mal
Penulis : Musthafa Mahdi
Penerbit : Daar Ibnu Hazm, Kairo, cet. 1, 2010M
Penerjemah : Muhammad Ali, Lc

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Baiturrohim
JL. Matoa II No. 15 Karangasem Laweyan Surakarta
Luas Area245 m2
Luas Bangunan240 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri2005
  • 10 Awal Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik untuk beramal, maka perbanyaklah amal shalih!