
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
📚┃ Materi : Allah telah membeli dirimu, Maka janganlah kamu menjualnya pada selain-Nya.
(Tafsir Surah at Taubah: 111)
🎙┃ Pemateri : Ustadz Mahyani Devi, Lc. Hafizhahullah
🗓️┃ Hari, Tanggal : Rabu , 08 Juli 2026 M / 23 Muharram 1448
🕌┃ Tempat : Masjid Baiturohim – Bulakindah Karangasem.
Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشْتَرَىٰ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلْجَنَّةَ ۚ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ وَٱلْقُرْءَانِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِ ۚ فَٱسْتَبْشِرُوا۟ بِبَيْعِكُمُ ٱلَّذِى بَايَعْتُم بِهِۦ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
Dalam ayat ini Allah ﷻ memberikan permisalan berupa jual beli (Allah membeli), padahal semua yang ada di bumi adalah milik Allah ﷻ. Dan ini adalah bentuk pemuliaan Allah ﷻ kepada hamba-Nya berupa transaksi dagang dimana pembelinya adalah Allah ﷻ dan penjualnya adalah hamba-hamba-Nya yang beriman, berupa jiwa dan raga dan diganjar dengan surga-Nya, yang digambakan oleh Nabi ﷺ dalam hadits berikut:
Abu Hurairah Radhiyallahu anhu mengatakan.
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: «قَالَ اللهُ عَزّ وَجَلَّ: أَعْدَدْتُّ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ». مصداق ذلك في كتاب الله {فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}. متفق عليه
Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Kebenaran hal itu dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ [السجدة : ١٧]
Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. [As-Sajdah/32: 17]. Muttafaqun ‘alaih.
Dan Salah satu ayat yang menjelaskan percakapan antara malaikat dan penghuni Surga adalah firman Allah dalam surat An-Nahl Ayat 32:
ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.
Tujuan Allah ﷻ membeli orang-orang yang beriman
Allah ﷻ memberitahukan bahwa Dia mengganti apa dikorbankan oleh hamba-hambaNya yang beriman di jalan Allah, berupa jiwa dan harta mereka dengan surga. Ini merupakan karunia, kemurahan dan kebaikanNya. Sesungguhnya Allah menerima apa yang ditukarkan berupa kemuliaan untuk hamba-hambaNya yang taat kepadaNya.
Oleh karena itu, Hasan Al-Bashri dan Qatadah berkata, “Demi Allah, Allah telah melakukan jual beli kepada mereka, lalu Allah memahalkan harga mereka”
Allah telah membeli dirimu, Maka janganlah kamu menjualnya pada selain-Nya.
Barang dagangan Allah yang sangat mulia dan mahal ini, yaitu berupa surga, hanya pantas diperdagangkan dan dibeli oleh para pedagang dan pembeli kelas tinggi, yaitu mereka yang siap mencurahkan segenap kesungguhan dan perjuangan mereka, dengan jiwa, raga dan harta, berjihad di jalan Allah, untuk meraih ridha Allah .
Merekalah orang-orang beriman berselera tinggi, selera surga, hingga mereka siap berjuang dan mengorbankan segala yang mereka miliki untuk memenuhi selera mereka yang tinggi itu.
Maka, tidak sepantasnya kita menahan ego kita dan nafsu kita untuk menolak yang telah Allah ﷻ transaksikan.
Sudahkah kita menjual diri kita kepada Allah ﷻ? Lihatlah bagaimana kita menyerahkan jiwa dan harta kita…
Asbabun Nuzul Ayat
Ayat ini turun ketika 70 orang kaum Anshar (suku Aus dan Khazraj) yang berjanji kepada Rasulullah ﷺ pada Baiat Aqobah Kubro sebelum Nabi ﷺ hijrah di bukit Aqobah untuk beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan kesyirikan, dan Allah membalas mereka sebagai mana mereka mengorbankan diri dan harta mereka. Dan bayarannya adalah surga.
Mereka berkata: “Keuntungan perniagaan tidak membuat kami jauh dan menyerah, maksudnya kami tidak akan mengingkari janji dan tidak mengharapkan balasan dari janji tersebut.”
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam Al-Fawaid: Beliau mengingatkan bahwa Iblis telah memusuhi kita sejak dia menolak untuk sujud kepada ayah kita Adam. Maka sungguh mengherankan, orang-orang yang menjual dirinya kepqda iblis dan meningggalkan Tuhanya.
Maka, jika iman kita melemah, tanyakan: Apakah diri kita sudah menetapkan jual beli yang benar, silakan instrospeksi diri.
Firman Allah: (Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah?)
Sesungguhnya Dia tidak mengingkari janji. ini sebagaimana firmanNya: (Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya daripada Allah?) (Surah An-Nisa: 87), (Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?) (Surah An-Nisa: 122)
Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka bergembiralah dengan jual beli yang lelah kalian lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar) yaitu, maka bergembiralah orang yang menunaikan janji ini dengan keberuntungan yang agung dan nikmat yang kekal.
Dalam hadits dari Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiallahu ‘anhu, diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لا يؤمنُ أحدُكم حتَّى يكونَ هواه تبعًا لما جئتُ به
“Tidak beriman seseorang sampai hawa nafsunya ia tundukkan demi mengikuti apa yang aku bawa.” (HR. Ibnu Abi Ashim no. 15, Ath-Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir, dishahihkan oleh An-Nawawi, Adz-Dzahabi, Ahmad Syakir. Didhaifkan oleh Ibnu Rajab, Al-Albani. Dan ini pendapat yang rajih, namun maknanya shahih)
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
| Luas Area | 245 m2 |
| Luas Bangunan | 240 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2005 |